Editorial: Pertempuran melawan inflasi
  • Juni 10, 2022

Editorial: Pertempuran melawan inflasi

Diterbitkan: Tanggal Diterbitkan – 12:53, Jum – 10 Juni 22

Editorial: Pertempuran melawan inflasi

Keputusan Reserve Bank of India untuk menaikkan suku bunga repo – untuk kedua kalinya dalam lebih dari sebulan – sebesar 50 basis poin mengirimkan pesan bahwa bank sentral lebih fokus pada menjinakkan inflasi yang tidak terkendali. Namun, langkah tersebut diperkirakan akan mengganggu pemulihan ekonomi karena pinjaman rumah dan kendaraan akan menjadi lebih mahal. Ketika RBI menaikkan repo rate, bank umumnya mengikutinya dengan menaikkan suku bunga terhadap kredit rumah, kredit mobil dan lain-lain. Jika bank menaikkan suku bunga, maka EMI juga naik, berdampak pada peminjam. Bank sentral telah memproyeksikan inflasi untuk tetap di atas batas toleransi atas 6% hingga tiga kuartal pertama tahun keuangan 2022-23. Bank dan perusahaan pembiayaan perumahan, yang telah menaikkan suku bunga pinjaman mereka antara 40 bps dan 50 bps setelah kenaikan suku bunga repo 40 bps pada bulan Mei, kini diperkirakan akan menaikkan suku bunga lagi. Dikhawatirkan dengan inflasi yang melonjak, RBI kemungkinan akan memilih kenaikan tambahan 50-100 bps selama sisa tahun ini. Bahkan, Gubernur Shaktikanta Das mengatakan keputusan kenaikan suku bunga di masa depan akan sejalan dengan perkembangan seputar inflasi. Sementara tingkat inflasi telah diproyeksikan sebesar 6,7% untuk 2022-23, bank sentral tetap berharap bahwa ekonomi akan tumbuh pada 7,2% dalam fiskal saat ini. Musim hujan yang normal dan cakupan vaksinasi yang lebih baik diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi. Kenaikan suku bunga terjadi karena inflasi ritel berbasis indeks harga konsumen (CPI) melonjak selama tujuh bulan berturut-turut menyentuh level tertinggi 8 tahun di 7,79% pada bulan April.

Inflasi melonjak terutama karena melonjaknya harga komoditas, termasuk bahan bakar. Perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung telah semakin mendorong harga komoditas di seluruh dunia. Inflasi berbasis harga grosir tetap dalam dua digit selama 13 bulan dan menyentuh rekor tertinggi 15,08% di bulan April. Meningkatnya inflasi akan menjadi tantangan kebijakan yang lebih besar daripada pertumbuhan ekonomi India. Dalam waktu dekat, lonjakan harga komoditas global menyusul perang yang sedang berlangsung di Ukraina dan kenaikan inflasi domestik yang diakibatkannya diperkirakan akan berdampak pada permintaan konsumsi dan dengan demikian menghambat pertumbuhan output barang-barang konsumsi. Tingginya harga bahan bakar dan bahan makanan, terutama sayuran, rempah-rempah dan minyak, serta jasa-jasa rumah tangga, berkontribusi terhadap peningkatan tajam inflasi. Masih harus dilihat seberapa jauh optik memerangi inflasi seperti kenaikan suku bunga akan benar-benar berdampak pada proses pemulihan ekonomi negara. Yang pasti, bagaimanapun, adalah bahwa beban orang biasa akan meningkat di hari-hari mendatang.

Berkaitan bersama dengan selagi keluarannya, resultsdy (SYD) sanggup anda mainkan di dalam jangka kala yang cukup panjang. Hal ini karena para agen togel berikut beri tambahan pas penuh selama 7 hari agar anda sanggup leluasa bermain. Sedangkan kala keluarannya kebanyakan dapat diumumkan sekitar pukul 13.50 WIB

Perang99

E-mail : admin@viagmagik.com